Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

Semacam Patembayan Bernama GRUPIES 21+

Terhitung sudah sekitar 3 sampai 4 tahun kurang lebih memiliki sebuah patembayan yang terdiri dari empat sosok mahluk Tuhan yang cenderung memiliki kepribadian menyimpang beragam. Cukup dekat jika dikatakan sebagai seorang kawan ataupun ikhwan. Beranjak dari masa pubertas setelah lulus dari sebuah lembaga pendidikan bernama SMA. Lalu demi mencapai gelar prestisius terpaksa melabuhkan pilihan untuk bercengkrama dengan dunia perkuliahan. Dan sampailah di mana, saya sebagai subyek pelaku utama bertemu dengan mereka. Ine, Cindy, dan Nonik. Kemudian memutuskan untuk membuat sebuah grup patembayan yang isinya hanya banyolan hingga bacotan dan tak luput dari rasanan. Ya, Grupies 21+ namanya. 





Ine, sebelumnya saya sudah jauh mengenalnya lebih dulu sejak menduduki bangku SMA dibanding dua orang teman saya lainnya, Tapi baru mulai bercengkrama dan mengenal sosoknya lebih dekat, yaa di masa perkuliahan perdana hingga sekarang dan selamanya. Ine bukan sosok yang mudah didekati. Karena kalo orang b…
Benar atau salah 
Bukan itu yang ku maksud
Bermula bukan pada kesalahan
Melainkan pilihan

Tak semua yang kau yakini benar
Tak semua yang kuyakini pun salah

Kenyamanan dan perubahan adalah hal wajar
Dan patut kembali dipertanyakan

Apakah masih layak untuk dipertahankan ?
Jika egomu saja lebih dominan

Andai aku bisa memilih
Lebih baik berada dalam keadaan statis
Meski bosan tapi tetap romantis
Ketimbang harus berhadapan dengan hal yang paling menakutkan
Yaitu kehilangan. 

anka.
Geliatmu sungguh luar biasaBuatku tak berdaya memalingkan pandangan mata
Namun tiba-tiba.. Fokus ini perlahan lucut dari indera Menemukanmu bersama dengan rupa lainnya
Nampaknya kau terlihat bahagia dengannya Hingga ku segan untuk sekedar kembali mengulang arah pandangan mata Lalu membalikkan tubuh berlawanan dengan realita
Di depan mata, parasmu memang tiada duanya Tapi apa daya jika bagiku kau hanya fatamorgana Dan bak pelita bagi dirinya. 
anka.

Inspiring by..

Cinta dan Rangga,
Berjibaku dengan ketidakpastian dan peliknya kerinduan
Namun kembali dipersatukan oleh hangatnya kasih asmara
Jarak dan ruang tiba-tiba bungkam melihat dua sejoli ini kembali bernostalgia
Merenungi kesalahan dan ketidakpahaman yang seakan sirna begitu saja
melewati tiap sudut Kota Jogja
Ya. Seperti itulah Cinta dan Rangga.
Tetapi tidak dengan dirimu,
Memendam ketidakpastiaan dan kemalangan akan dirinya
Entah sampai kapan dan di mana semuanya akan bermuara
Kini hanya satu hal yang tersisa darimu
Diam merenungi nasib bersama asa 
yang tidak akan pernah jadi nyata. 

anka.

Pukul 01:15

Kali ini merenung bukan untuk mengekspresikan suasana ataupun perasaan hati. Namun, lebih tepatnya sedang senang memilih kata untuk dijadikan kalimat yang lumayan menggores hati. Untuk itu, silahkan menikmati :)


Meringkuk pada malam hari Sembari lantang menyatakan, 
Ya aku rindu sekali.  Rindu pada ketidakmungkinan ini 
Dan pada imajinasiku yang rasanya seperti tak tau diri
Untukmu yang tak akan pernah tau rasanya Jantung bersorak-sorai kencang 
Padahal hanya visual yang kupandang Bukanlah fisikmu yang nyata nan mempesona
Tapi tak apalah Berkatmu, setidaknya aku tau
Bagaimana rasanya jatuh cinta Meski jatuh sendiri 
Dan tak berdaya. 
anka.