Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

Bila Saja(Ku) Ini Rasamu

Sebenarnya sudah ingin menuliskannya sejak kemarin. Tapi baru kesampaiannya sekarang. Apa boleh buat karena keterbatasan saya dalam hal kuota dan tenaga. Meski begitu, posting-an saya ini juga nggak ada pengaruhnya mau ditulis kemarin, sekarang, ataupun kapan-kapan. Ini cuma hasil kecil yang didapat dari renungan iseng-iseng di tengah malam. Maklumlah, saya tipikal orang yang belum pandai mengatur jam tidur. Dan mungkin juga karena terlampau males mengerjakan sesuatu yang terlalu serius di tengah malam jadinya saya selo banget anaknya. 

Sempat heran dan bingung dengan diri saya sendiri. Seperti bukan saya banget pada saat itu. Tepatnya sekitar pukul 03.56 waktu menjelang subuh. Entah ada angin apa, tiba-tiba saya membuka aplikasi note di smartphone saya dan menuliskan rentetan kata yang tersusun dalam barisan kalimat. Tidak terlalu panjang. Namun setelah selesai menuliskannya, lantas saya membacanya. Cukup dalam ternyata sajak yang saya buat secara spontan ini.

Ajaib memang. Dalam benak…

Mendadak Membaca

Lagi suka baca aja ceritanya. Nggak tau deh tetiba ada angin apa. Dan kebetulan punya temen yang suka baca sekaligus kolektor buku-buku yang ciamik. Jadi deh, mendadak kegirangan membaca. Mungkin awalnya terdengar cuma prestis dan terkesan ikut-ikutan saja kenapa kok tiba-tiba saya jadi suka baca. Suka baca sih, tapi kalo buku, jarang. Paling-paling baca koran, majalah, dan  terutama lini masa media sosial  yang nampaknya cukup konsisten dalam prakteknya. Ya, kenapa saya bilang prestis. Karena saya tipikal orang yang kepo akan banyak hal yang nggak penting dan sangat enggan jika tertinggal isu apapun. Dan yang paling penting, yaa minimal kalo saya diajak ngobrol sama orang, khususnya buku, saya nggak malu-maluinlah. Hehe. 

Mendadak saya mendapatkan beberapa referensi buku yang cukup menarik untuk dinikmati, baik nanya sama temen atau cari tau sendiri soal buku-buku via internet. Sebagian besar dari list bacaan sudah tuntas saya baca. Tetapi saya masih menyimpan beberapa bacaan favorit …

Oh, Begini Rasanya..

Sedang asik melihat lini masa aplikasi olah pesan di tengah malam. Biasalah, kegiatan anak muda yang lebih gencar mengelus layar gawainya dibandingkan koleksi buku pinjaman hanya untuk kepo atau mencari bahan supaya bisa diperbincangkan di grup rasanan. Tiba-tiba layar yang sedang saya genggam berhenti pada postingan sebuah akun puisi yang belum lama ini saya ikuti. Malam itu berbunyi :

Menjadi Matamu 
Aku sangat suka membayangkan menjadi matamu. Mengetahui apa saja yang ingin dan tak ingin kau lihat. Belajar bagaimana caramu memandang sesuatu. Mengetahui apa saja warna yang kau suka.
Sesekali merasakan bagaimana caramu bersedih. Bagaimana caramu agar tetap terlihat kuat. Aku ingin memahami bagaimana rasanya menjadi matamu. Lalu mengerti apa yang kau rasakan saat menatapku. 


Seketika langsung memahami betul setiap kata dan kalimat di tiap baitnya. Kemudian tersenyum. Belum pernah semelankolis ini membaca sebuah postingan kalimat yang benar-benar syahdu dan merasuk ke dalam sukma. Memang betul, …